Sabtu, 04 Februari 2017

Metode Demonstrasi



a.        Pengertian Metode Demonstrasi
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008: 337) demonstrasi adalah peragaan atau pertunjukan tata cara melakukan atau mengejakan sesuatu. Sedangkan menurut PMPTK (2008:16) metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah cara menyajikan suatu pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar.
Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam metode pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan metode ceramah.

 b.        Tujuan Metode Demonstrasi
Berdasarkan pengertian dari metode demonstrasi, maka tujuan metode ini adalah agar siswa melihat suatu peragaan dan pertunjukan tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan sehingga siswa paham dan mengerti tentang materi yang sedang dipelajari.

c.         Langkah-Langkah Penggunaan Metode Demonstrasi
Langkah-langkah penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut (PMPTK, 2008:17).
1). Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:
a) Merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
b) Menyiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
c)  Melakukan uji coba demonstrasi.

2). Tahap Pelaksanaan
a) Langkah Pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
(1)   Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
(2)   Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
(3)   Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.

b)  Langkah Pelaksanaan Demonstrasi
(1) Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
(2) Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
(3) Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh siswa.
(4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
 
c) Langkah Mengakhiri Demonstrasi.
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak.

3). Tahap Kesimpulan Atau Penutup
Pada tahap ini guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya.

d.        Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran, metode demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya (PMPTK, 2008:16):
1)      Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2)      Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
3)      Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, diantarannya:
1)      Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
2)      Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
3)      Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Disamping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar