a.
Pengertian Metode Demonstrasi
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008: 337) demonstrasi
adalah peragaan atau pertunjukan tata cara melakukan atau mengejakan sesuatu.
Sedangkan menurut PMPTK (2008:16) metode demonstrasi merupakan metode penyajian
pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu
proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah cara menyajikan suatu pelajaran
dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses,
situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya
maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar
lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Demonstrasi merupakan
metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan
usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar.
Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas
dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran
siswa hanya sekadar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan
bahan pelajaran lebih konkret. Dalam metode pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan
untuk mendukung keberhasilan metode ceramah.
b.
Tujuan Metode Demonstrasi
Berdasarkan
pengertian dari metode demonstrasi, maka tujuan metode ini adalah agar siswa
melihat suatu peragaan dan pertunjukan tentang suatu proses, situasi atau benda
tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam
bentuk tiruan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan
yang harus didemonstrasikan sehingga siswa paham dan mengerti tentang materi
yang sedang dipelajari.
c.
Langkah-Langkah Penggunaan Metode
Demonstrasi
Langkah-langkah
penggunaan metode demonstrasi adalah sebagai berikut (PMPTK, 2008:17).
1). Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus
dilakukan:
a) Merumuskan tujuan
yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
b) Menyiapkan garis
besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
c) Melakukan
uji coba demonstrasi.
2). Tahap Pelaksanaan
a) Langkah Pembukaan
Sebelum demonstrasi
dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
(1) Mengatur tempat duduk
yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang
didemonstrasikan.
(2) Mengemukakan tujuan apa
yang harus dicapai oleh siswa.
(3) Mengemukakan
tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan
untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b) Langkah Pelaksanaan Demonstrasi
(1) Memulai demonstrasi
dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui
pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk
tertarik memperhatikan demonstrasi.
(2) Menciptakan suasana
yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
(3) Meyakinkan bahwa
semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh
siswa.
(4) Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai
dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c) Langkah Mengakhiri Demonstrasi.
Apabila demonstrasi
selesai dilakukan, proses pembelajaran diakhiri dengan memberikan tugas-tugas
tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses
pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah
siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak.
3). Tahap Kesimpulan Atau Penutup
Pada tahap ini guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang
jalannya proses demonstrasi untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya.
d.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran, metode demonstrasi
memiliki beberapa kelebihan, di antaranya (PMPTK, 2008:16):
1) Melalui metode
demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh
langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2) Proses pembelajaran
akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat
peristiwa yang terjadi.
3) Dengan cara mengamati
secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori
dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi
pembelajaran.
Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga
memiliki beberapa kelemahan, diantarannya:
1) Metode demonstrasi
memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai
demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif
lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses
tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat
memakan waktu yang banyak.
2) Demonstrasi memerlukan
peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode
ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
3)
Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru
yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Disamping
itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk
keberhasilan proses pembelajaran siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar