a.
Pengertian Metode Diskusi
Menurut
Kamus Besar Indonesia (2008: 358) diskusi adalah perundingan untuk bertukar
pikiran mengenai suatu masalah. Manzilatusifa (2000:64) menyatakan bahwa metode
diskusi merupakan suatu metode mengajar yang menyajikan bahan-bahan
pelajarannya dalam bentuk masalah-masalah yang harus dipecahkan oleh semua
peserta didik bersama pengajarnya. Sedangkan menurut PMPTK (2008:18) menyatakan
bahwa metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada
suatu permasalahan. Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu
argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan
keputusan tertentu secara bersama-sama.
Selama
ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam
proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi: (1) diskusi
merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar
siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan;
(2) diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu
pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak
mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak
perlu dirisaukan oleh guru. Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yang matang
kejadian semacam itu bisa dihindari.
Dilihat
dari pengorganisasian materi pembelajaran, ada perbedaan yang sangat prinsip
dibandingkan dengan metode sebelumnya, yaitu ceramah dan demonstrasi. Kalau
metode ceramah dan demonstrasi materi pelajaran sudah diorganisir sedemikian
rupa sehingga guru tinggal menyampaikannya, maka pada metode ini bahan atau
materi pembelajaran tidak diorganisir sebelumnya serta tidak disajikan secara
langsung kepada siswa, matari pembelajaran ditemukan dan diorganisir oleh siswa
sendiri, karena tujuan utama metode ini bukan hanya sekadar hasil belajar,
tetapi yang lebih penting adalah proses belajar.
Secara
umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran.
Pertama, diskusi kelompok. Diskusi ini dinamakan juga diskusi kelas. Pada
diskusi ini permasalahan yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara
keseluruhan. Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok
kecil. Pada diskusi ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari 3-7 orang. Proses pelaksanaan diskusi ini dimulai dari guru
menyajikan masalah dengan beberapa submasalah. Setiap kelompok memecahkan
submasalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan laporan setiap
kelompok.
Terdapat
bemacam-macam jenis diskusi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran,
antara lain (PMPTK, 2008:20)
1). Diskusi Kelas
Diskusi kelas atau disebut juga
diskusi kelompok adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh seluruh
anggota kelas sebagai peserta diskusi. Prosedur yang digunakan dalam jenis diskusi
ini adalah: (1) guru membagi tugas sebagai pelaksanaan diskusi, misalnya siapa
yang akan menjadi moderator, siapa yang menjadi penulis; (2) sumber masalah
(guru, siswa, atau ahli tertentu dari luar) memaparkan masalah yang harus
dipecahkan selama 10-15 menit; (3) siswa diberi kesempatan untuk menanggapi
permasalahan setelah mendaftar pada moderator; (4) sumber masalah memberi
tanggapan; dan (5) moderator menyimpulkan hasil diskusi.
2). Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil dilakukan
dengan membagi siswa dalam kelompok- kelompok. Jumlah anggota kelompok antara
3-5 orang. Pelaksanaannya dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara
umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi ke dalam submasalah yang harus
dipecahkan oleh setiap kelompok kecil. Selesai diskusi dalam kelompok kecil,
ketua kelompok menyajikan hasil diskusinya.
3). Simposium
Simposium adalah metode mengajar
dengan membahas suatu persoalan dipandang dari berbagai sudut pandang
berdasarkan keahlian. Simposium dilakukan untuk memberikan wawasan yang luas
kepada siswa. Setelah para penyaji memberikan pandangannya tentang masalah yang
dibahas, maka symposium diakhiri dengan pembacaan kesimpulan hasil kerja tim
perumus yang telah ditentukan sebelumnya.
4). Diskusi Panel
Diskusi panel adalah pembahasan
suatu masalah yang dilakukan oleh beberapa orang panelis yang biasanya terdiri
dari 4-5 orang di hadapan audiens. Diskusi panel berbeda dengan jenis diskusi
lainnya. Dalam diskusi panel audiens tidak terlibat secara langsung, tetapi
berperan hanya sekadar peninjau para panelis yang sedang melaksanakan diskusi.
Oleh sebab itu, agar diskusi panel efektif perlu digabungkan dengan metode
lain, misalnya dengan metode penugasan. Siswa disuruh untuk merumuskan hasil
pembahasan dalam diskusi.
b.
Tujuan Metode Diskusi
Menurut Killen dalam
PMPTK (2008:18) tujuan utama metode diskusi adalah untuk memecahkan suatu
permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa,
serta untuk membuat suatu keputusan. Sedangkan menurut Heriawan, dkk (2012:79)
tujuan dari metode diskusi adalah (a) untuk memanfaatkan berbagai kemampuan
yang ada pada peserta didik, (b) untuk memberikan kesempatan kepada peserta
didik mengeluarkan kemampuannya, (c) untuk mendapatkan balikan dari peserta
didik apakah tujuan telah tercapai, (d) untuk membantu peserta didik belajar
berfikir secara kritis, (e) untuk membantu peserta didik belajar menilai
kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman, (f) untuk membantu
peserta didik menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun
dari pelajaran sekolah, (g) unttuk mengembangkan motivasi belajar lebih lanjut.
c.
Langkah-Langkah Penggunaan Metode
Diskusi
Agar
penggunan diskusi berhasil dengan efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut (PMPTK, 2008:21):
1). Tahap Persiapan
Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam persiapan diskusi di antaranya:
a) Merumuskan tujuan yang ingin
dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus.
b) Menentukan jenis diskusi yang
dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
c) Menetapkan masalah yang akan dibahas.
d) Mempersiapkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruang kelas dengan
segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti moderator, notulis, dan
tim perumus, manakala diperlukan.
2). Tahap Pelaksanaan Metode Diskusi
Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam melaksanakan diskusi adalah:
a)
Memeriksa
segala persiapan yang dianggap dapat memengaruhi kelancaran diskusi.
b)
Memberikan
pengarahan sebelum dilaksanakan diskusi, misalnya menyajikan tujuan yang ingin
dicapai serta aturan-aturan diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan
dilaksanakan.
c)
Melaksanakan
diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan diskusi
hendaklah memerhatikan suasana atau iklim belajar yang menyenangkan, misalnya
tidak tegang, tidak saling menyudutkan, dan lain sebagainya.
d)
Memberikan
kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan
dan ide-idenya.
e)
Mengendalikan
pembicaraan kepada pokok persoalan yang sedang dibahas. Hal ini sangat penting,
sebab tanpa pengendalian biasanya arah pembahasan menjadi melebar dan tidak
fokus.
3). Tahap Kesimpulan atau Penutup
Akhir dari proses pembelajaran
dengan menggunakan diskusi hendaklah dilakuan hal-hal sebagai berikut:
a) Membuat pokok-pokok pembahasan sebagai
kesimpulan sesuai dengan hasil diskusi.
b) Me-review jalannya
diskusi dengan meminta pendapat dari seluruh peserta sebagai umpan balik untuk
perbaikan selanjutnya.
d.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi
Ada
beberapa kelebihan metode diskusi, manakala diterapkan dalam kegiatan belajar
mengajar.
1)
Merangsang
siswa untuk mengungkapkan pemikiranya
2)
Membantu
siswa untuk semakin kritis terhadap permasalahan yang dihadapinya
3)
Merangsang
siswa untuk lebih kreatif dalam memberikan gagasan, pemikiran dan ide-ide yang
dimilikinya.
4)
Melatih
untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan.
5)
Melatih
siswa untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal.
6)
Melatih
siswa untuk menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda pendapat dengan
diri siswa tersebut.
7)
Menyadarkan
anak bahwa banyak alternatif pemecahan untuk satu persoalan
8)
Melatih
siswa untuk mau mengakui dan menyetujui pendapat orang lain karena sesuai
dengan pendapat yang ada dan berani menentang pendapat orang lain karena
berdasarkan fakta-fakta yang siswa miliki
Selain
beberapa kelebihan, diskusi juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
1)
Pembicaraan
dalam diskusi dikuasai oleh beberapa orang siswa yang memiliki keterampilan
berbicara.
2)
Tidak
semua siswa mengungkapkan pendapatnya dikarenakan malu, takut salah atau kurang
terbiasa untuk berbicara didepan umum sehingga waktu diskusi terbuang karena
lama menunggu siswa untuk mengungkapkan pendapat
3)
Pembahasan
dalam diskusi meluas, sehingga kesimpulan menjadi kabur.
4)
Memerlukan
waktu yang cukup panjang, yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang
direncanakan.
5)
Terjadi
perbedaan pendapat antar siswa yang bersifat emosional dan tidak terkontrol.
sehingga, kadang-kadang ada siswa yang merasa tersinggung dan berakibat
mengganggu iklim pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar