Sabtu, 04 Februari 2017

Metode Pemberian Tugas



a.        Pengertian Metode Pemberian Tugas
Menurut Kamus Besar Indonesia (2008: ) tugas adalah sesuatu yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang. Menurut Manzilatusifa (2000:70) metode pemberian tugas merupakan salah satu metode yang ingin menerapkan “learning by doing”. Dengan pemberian tugas kepada siswa, baik secara individual maupun kelompok di dalam kelas ataupun di luar kelas. Sedangkan menurut Heriawan, dkk (2012:135) menyatakan bahwa metode pemberian tugas adalah suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas adalah cara mengajar guru dengan memberikan sejumlah tugas sehingga siswa menerapkan “learning by doing” dan siswa mempertanggungjawabkan hasil tugas tersebut.

Jenis-jenis tugas yang dapat diberikan guru sangat beragam tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan, dan tugas di laboratorium. Metode pemberian tugas dapat dilaksanakan dengan berpedoman pada hal-hal berikut ini (Manzilatusifa, 2000:70):
1)        Tugas-tugas yang akan diberikan kepada siswa hendaknya dipersiapkan dengan baik oleh guru. Tugas yang diberikan hendaknya dapat melahirkan penguasaan atas pengetahuan dan keterampilan tertentu.
2)        Tugas-tugas hendaknya disampaikan kepada siswa saat dimana masalah atau pelajaran yang menyangkut tugas tersebut masih hangat pada pikiran siswa. Jadi tugas bisa diberikan di pertengahan atau akhir pelajaran, asal dipilih saja saatnya yang tepat.
3)        Guru hendaknya memberikan penjelasan yang cukup tentang tugas yang diberikannya hingga tidak terjadi salah pengertian dan berusaha menunjukkan atau menganalisa kesulitan yang harus dihadapi siswa dan cara mengatasinya, menunjukkan sumber atau bahan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

b.        Tujuan Metode Pemberian Tugas
Tujuan metode pemberian tugas adalah untuk membina pemahaman dan keterampilan tertentu melalui membuat atau mengerjakan tugas. Agar tujuan tersebut mencapai hasil yang maksimal, maka harus diperhatikan petunjuk dan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)        Usahakan agar tugas yang diberikan itu mempunyai pertalian yang erat dengan bahan atau masalah yang sudah pernah disajikan hingga siswa mudah dan mampu memahaminya. Jika perlu sebelum dikerjakan, masalahnya didiskusikan dulu antara guru dengan siswanya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul.
2)        Usahakan supaya tugas yang diberikan itu dirasakan dan disadari manfaatnya oleh para siswa hingga dengan demikian minat mereka akan lebih besar untuk mengerjakannya.
3)        Usahakan supaya waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut tidak terlalu lama, hingga kejemuan yang biasanya menggagalkan pemberian tugas ini bisa dihindarkan.
4)        Usahakan supaya siswa mengetahui alat dan cara menilai hasil pekerjaan atau penyelesaian tugasnya, sehingga mereka bisa menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan dalam penyelesaian tugasnya.

c.         Langkah-Langkah Penggunaan Metode Pemberian Tugas
Langkah-langkah penggunaan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut:
1)    Tahap Persiapan
    Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakuan:
a)      Merumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses pemberian tugas berakhir
b)      Menyiapkan garis besar langkah-langkah pemberian tugas yang akan dilakukan
c)      Melaksanakan pemberian tugas

2)      Tahap Pelaksanaan
Langkah-langkah pelaksanaan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut (PMPTK, 2008:26)
a)  Fase Pemberian Tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan; tujuan yang akan dicapai, jenis tugas dan tepat, sesuai dengan kemampuan siswa, ada petunjuk yang dapat membantu dan sediakan waktu yang cukup.
b) Langkah Pelaksanaan metode pemberian Tugas
(1) Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru.
(2) Diberikan dorongan sehingga anak mau melaksanakannya.
(3) Diusahakan atau dikerjakan oleh anak sendiri.
(4) Mencatat semua hasil yang diperoleh dengan baik dan sistematik.
c). Fase Pertanggungjawaban Tugas
Hal yang perlu diperhatikan adalah:
(1) Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakan.
(2) Ada tanya jawab dan diskusi.
(3) Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes atau nontes atau cara lainnya.

3). Tahap Kesimpulan atau Penutup
Pada tahap ini guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas untuk perbaikan kegiatan pembelajaran selanjutnya.
d.    Kelebihan dan Kekurangan Metode Pemberian Tugas
Sebagai suatu metode pembelajaran, metode pemberian tugas memiliki beberapa kelebihan diantaranya:
1)        Pengetahuan yang diperoleh akan melekat lebih mendalam dan mudah diingat oleh siswa karena siswa mengerjakannya sendiri atau “learning by doing”.
2)        Tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa akan memberikan pengalaman yang baik dalam memecahkan suatu masalah
3)        Siswa dituntut untuk kreatif dalam mencari sumber atau bahan  pengetahuan yang berkenaan dengan apa yang mereka telah pelajari di sekolah
Disamping beberapa kelebihan, metode pemberin tugas juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya:
1)        Sering terjadi salah persepsi siswa dalam menerima tugas dari guru sehingga sering terjadi kesalahan dalam menyelesaikan tugas.
2)        Jika tidak dibimbing dengan baik maka ada kemungkinan siswa hanya menyalin hasil pekerjaan temannya
3)        Tidak semua materi cocok menggunakan metode ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar